So deeply affected by love as to be unable to act normally. You awake every morning, thinkin on your love, having dreamt of them all night, the pain of seperation searing your heart every time a site or smell brings back the memory of your last encounter. Daydreaming, drawing hearts in the sand, constantly thinking “I wish they were here so I could share this moment” even when pulling weeds or walking the dog. The consuming fire within the heart for even one more moment with ones love that defies rational thought, knowing full well, one moment would never be enough, yearning for eternity together.
mendaki gunung cerobong besi
melalui serangkaian anak kaki
menjadi tertinggi dari tertinggi
dari apa yang ada disebaris bukit
meratap diujung pencakar
mengalahkan phobia hingga terakar
alunan ombak menggoyahkan sukma
berwarna abstrak tak berwatak
bertahan melawan awan
duduk menyelamatkan ubun ubun
sluruh kota tertangkap jadi bagian
bahkan setitik nila pun tersusun
tatap semua penjuru
lihatlah segerombol pemburu
menyelinap berpunggungkan semak
melebur ditengah hutan oak
sekarang saltokan raga
perlahan agar tak tercakar
sudah berhasil saltokan raga
terlihat tembok alam berlapis tiga
satu bagaikan perahu terbalik
dua bagaikan pemuda plontos
tiga bagaiakan duri durian
namun semuanya terasa semu lesu
jenuh sudah berhorizontal
tak sadar sudah mengagah luhur
atap mengabu seolah tercekik
kelabu sedu tuk airi bumi
datang lagi sepasukan abu
menutupi sang penguning padi
kecerahan berubah kegelapapan
semua bersiap tuk turunkan jemuran
dengar gemuruh hentakan kaki diutara
terpukau kilauan blitz paparazi diselatan
tegakkan diri tuk hadapi yang berjatuhan
berharap agar pendirian tak terjatuhkan
segorombolan pemburu pulang
ketakutan akan hentakan kaki
yang terdengar seperti sebatalion
pasukan kuda berkaki delapan
zeus naik podium, berancang ancang
memberi petunjuk ketukan irama
orkestasi alam tuk memulai prelude
dengan ritme ideal dari pembentuknya
angin badai mengesek dawai daun
petir kilat menabuh gendang telinga
terdengar gemuruh tepuk tangan
dari air deras terhempas angin petir
tanah berteriak riak menyambut
debu sudah menjadi lumpur
ibu berteriak anak menyusul
taman sudah menjadi makam
ku kumpulkan nyali tuk menyalip
menjadi biadab tuk menghadap
berani bersalaman dengan jemari Zeus
terpanggang berang arangnya sekarang
5 Desember 2009
saya sedang berusaha memperkirakan apa yang akan terjadi pada saat saya telah lulus kuliah
sy urutkan wktu dari skrg
thun 2010 lulus SMA msuk kuliah amin :D
2014 (dengan perkiraan 4 tahun kuliah) sy udh memndapatkan gelar S1 amin! :D
lalu 2014 - 2015 sy berusaha untuk mencari mata pencaharian dengan syarat tahun 2012 gada kiamat dan rajin hehehehe
dan tau kah temen tahun 2015 ada apa?